Sprawling Sky

Breaking

Friday, July 30, 2021

"Black Mirror: Nosedive" Satir Apik Tentang Tatanan Kelam Media Sosial

 


"Black Mirror: A television anthology series that shows the dark side of life and technology.”

Black Mirror, adalah serial antologi televisi dari Inggris yang dibuat oleh Charlie Brooker. Serial yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan banyak orang, tayang perdana pada tahun 2011 di sebuah stasiun televisi, Black Mirror sekarang sudah mencapai 4 season (sekarang tayang di Netflix) mengangkat tema teknologi dan pengaruhnya bagi masyarakat. Setiap episode Black Mirror tak berhubungan dan mempunyai cerita berlainan. Seperti yang kita tahu, teknologi selalu mempunyai dua mata pisau, sisi baik dan sisi buruk. Serial ini menggambarkan bagaimana jika teknologi itu menjadi binatang buas yang siap menerkam kita jika kita salah menggunakannya.

Sebenarnya hati juga ingin mereview semua episode karena sungguh bagus semua, namun apa daya :(

Baiklah aku akan mereview salah satu episodenya yaitu: Nosedive. Episode ini menawarkan visual dan plot cerita yang menarik. Secara visual, mata akan dimanjakan dengan warna-warna pastel yang lembut namun elegan. Sedang plotnya mengetengahkan kehidupan seorang gadis bernama Lacie Pond yang begitu gandrungnya akan rating media sosial. Dia sering melakukan aktifitas-aktifitas yang hanya bertujuan untuk menaikkan ratingnya misalnya joging di pagi hari, nongkrong di cafe sembari memotret makanan padahal makanannya nggak dimakan (hal yang saat ini lazim ditemukan di post-post instagram bukan?) sampai mencari perhatian orang-orang kalangan atas (yang mempunyai rating tinggi) dengan menawarkan bantuan atau senyum palsu.

Nosedive adalah sebuah satir akan kehidupan yang bahkan saat ini sudah terjadi di sekitar kita.

No comments:

Post a Comment